Selasa, 04 November 2014

Pencatatan Piutang Usaha

Pengertian Piutang

Piutang atau Account Receivable adalah tuntutan (claims) terhadap pihak tertentu yang penyeleainnya diharapkan dalam bentuk kas selama kegiatan normal perusahaan.

Jenis-jenis piutang
1.      Piutang Dagang, yaitu tidak melibatkan bunga, meskipun bunga atau biaya jasa dapat saja ditambahkan bilamana pembayarannya tidak dilakukan dalam periode tertentu.
2.      Piutang Bukan Dagang, yaitu tagihan-tagihan yang timbul dari transaksi selain penjualan barang atau jasa
3.      Piutang Pendapatan, yaitu pendapatan yang sudah terjadi tetapi belum diterima (accrued receivable)
4.      Piutang Wesel, yaitu surat berharga yang berisi perintah dari si penarik (pembuat surat) kepada si wajib bayar (yang berutang)

Dokumen Yang Digunakan Dalam Pencatatan Piutang
1.      Faktur Penjualan
Dokumen ini dilampiri dengan surat muat (bill of loading) dan surat pesanan pengiriman sebagai dokumen pendukung untuk mencatat transaksi penjualan kredit.
2.      Bukti Kas Masuk
Dalam pencatatan piutang, dokumen ini digunakan sebagai dasar pencatatan berkurangnya piutang dari transaksi pelunasan piutang oleh debitur.
3.      Memo Kredit
Dokumen ini dikeluarkan oleh bagian order penjualan , dan jika dilampiri dengan laporan pengiriman barang yang dibuat oleh bagian penerimaan
4.      Bukti Memorial
Bukti memorial digunakan untuk mencatat penghapusan piutang dan retur penjualan

B.     Piutang Dagang

1.      Piutang Usaha(Account Receivable) berasal dari penjualan kredit jangka pendek dan biasanya dapat ditagih dalam waktu dalam waktu 30 sampai 60 hari
2.      Wesel Tagih (Notes Receivable) janji tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu dim as depan. Wesel tagih bisa bersifat jangka pendek ataupun jangka panjang
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-HciUOAUlCCvjYJ3SzNWvI0syRAP6ihSwGxAHQrgdjkxTXnQYGz4m-3900aeERYKALrga1acmTYHFSSwE_0HvxLq_BWaj6R7LaH-FF4kCWEkrp01FKU988jDE7IQr_ZDG6JTpazkIfXeU/s1600/surat+wesel.png


Rabu, 22 Oktober 2014

Piutang atau Account Receivable

Nama : I Gusti ayu Arista
NPM : 44213156
Kelas : 2DA02

A.   Pengertian Piutang
Piutang atau Account Receivable adalah tuntutan terhadap pihak tertentu yang penyelesaiannya diharapkan dalam bentuk kas selamakegiatan normal perusahaan. Piutang juga dikatakan klaims atas uang, barang, atau jasa terhadap pelanggan atau pihak lainnya.
Jenis-jenis Piutang :
1.    Piutang Dagang
a.    Piutang Usaha (Account Receivable)
Piutang Usaha yang berasal dari penjualan kredit jangka pendek dan biasanya dapat ditagih dalam waktu 30 sampai 60 hari.
b.    Wesel Tagih
Wesel Tagih adalah janji tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu di masa depan.
Wesel Tagih ada 2 jenis : berbunga dan tidak berbunga.

2.    Piutang Bukan Dagang
Piutang Bukan Dagang ialah tagihan kepada pihak lain yang timbul akibat adanya penjulan barang/jasa secara kredit

3.    Piutang Pendapatan
Piutang pendapatan adalah tagihan pendapatan kepada pihak lain yang masih belum dibayarkan

B.    Akuntansi Piutang
Akuntansi Piutang dibagi menjadi 3, yaitu :
1.    Pengakuan Piutang
Masalah pengakuan piutang meliputi 2 masalah pokok, yaitu:
·       Kapan piutang diakui
Piutang diakui saat terjadi pemindahan hak atau serah terima atas barang yang dijual antara pembeli dan penjual.
·       Berapa nilai piutang yang diakui
Piutang diakui berdasarkan nilai tukar, yaitu nilai yang akan dibayar oleh debitur pada saat yang telah ditentukan. Yang perlu diperhatikan adalah : trade discount, dan sale discount.
2.    Penilaian Piutang
Piutang harus dicatat dan dilaporkan sebesar nilai kas (neto) yang bisa di realisasikan dalam jumlah piutang bruto setelah dikurangi dengan taksiran jumlah (nilai) piutang yang tidak dapat diterima.

3.    Pengalihan Piutang
Perusahaan-perusahaan yang memiliki piutang dalam jumlah besar seringkali berusaha untuk mempercepat penerimaan kas dari piutangnya, dengan cara menjual atau mengalihkan piutang tersebut kepada perusahaan lain sehingga dapat segera memperoleh kas, dan dengan demikian memperpendek jarak siklus operasi dari kas ke kas.

C.    Piutang Yang Tak tertagih
Piutang Tak Tertagih timbul karena adanya resiko piutang yang tidak dapat terbayar oleh debitur perusahaan karena berbagai alasan.
Metode untuk menangani masalah piutang tak tertagih, yaitu:
a.    Metode Langsung
Menggunakan cara penghapusan langsung terhadap piutang yang benar-benar sudah diketahui tidak akan dapat dibayar.
b.    Metode Tidak Langsung
Menggunakan cara penghapusan tidak langsung, yaitu cara penyisihan dalam perhitungan piutang yang tidak dapat tertagih

Rabu, 15 Oktober 2014

PENGAWASAN TERHADAP KAS (BAGIAN KE-2)

Nama : I Gusti Ayu Arista Dwi


NPM : 44213156

Kelas : 2DA02

Pengawasan Penerimaan Kas

Sumber penerimaan uang kas berasal dari berbagai macam sumber. Sumber penerimaan kas dapat terjadi karena adanya penjualan tunai, penerimaan tunai, pelunasan piutang, penerimaan lainnya seperti hasil penjualan investasi-investasi, dll.
Dalam upaya melindungi kas dari pencurian dan penyalahgunaan, perusahaan disarankan untuk mengawasi dan mencatat semua penerimaan kas dengan cara cepat, tepat waktu dan akurat. Maka, jumlah uang yang hilang dapat dideteksi dengan membandingkan saldo aktual dengan saldo buku.

Pengawasan Pengeluaran Kas
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam tindakan pengaman pengeluaran kas menurut Sudarsono (1996:6), antara lain :

  • Untuk pembayaran-pembayaran dalam jumlah tertentu perlu menggunakan cek dan bukti-bukti yang lengkap dan kuat.
  • Pengeluaran –pengeluaran melalui kas kecil perlu diawasi dengan ketat.
  • Perlu dipisahkannya petugas yang menulis cek dengan petugas yang meneliti.
  • Perlu diadakannya pemeriksaan kas dalam waktu-waktu tertentu.
    Menurut Dunia (2005:111) dalam Buku Ikhtisar Lengkap Pengantar Akuntansi, bahwa aspek-aspek pengendalian intern terhadap pengeluaran kas sebagai berikut:
    • Pengeluaran besar sebaiknya menggunakan cek, sedangkan pengeluaran relatif kecil menggunakan dana kas kecil. 
    • Pengeluaran harus disahkan oleh Dewan Komisaris atau Dewan Direksi. 
    • Petugas yang menulis cek dan mengecek cek harus dipisahkan. 
    • Auditor Internal dibutuhkan untuk menyesuaikan kebijakan manajemen. 
    • Dokumen pendukung wajib disertakan seperti: faktur pembelian, rekening koran, dll.
    • Buku cek harus disimpan pada kotak besi (brankas) agar aman dan terjaga.
    Langkah – langkah untuk tujuan pengawasan intern, sebagai berikut :
    • Segi penerimaan uang. Contohnya seperti penerimaan piutang, penjualan tunai dan pinjaman.
    • Setiap penerimaan kas harus segera dibuat bukti pencatatannya lalu disetor ke bank.
    Fungsi pengawasan kas secara umum :
    Pengawasan kas secara umum antara lain untuk menjamin terselenggarannya pencatatan kas yang akurat, tersimpannya kas dengan aman, adanya pengeluaran kas yang dilakukan dan disyahkannya oleh personil yang berwenang dengan jumlah yang benar.

    Selasa, 07 Oktober 2014

    Basis Data


    Nama    : I Gusti Ayu Arista
    Kelas     : 2DA02
    NPM      : 44213156
     
    Database atau basis data adalah kumpulan data yang disimpan secara sistematis di dalam komputer dan dapat diolah atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak (program aplikasi) untuk menghasilkan informasi. 
    DBMS merupakan sistem perangkat lunak yang memungkinkan user untuk memelihara, mengontrol, dan mengakses data secara praktis dan efisien. Dengan kata lain semua akses ke basis data akan ditangani oleh DBMS. Ada beberapa fungsi yang harus ditangani DBMS yaitu mengolah pendefinisian data, dapat menangani permintaan pemakai untuk mengakses data, memeriksa sekuriti dan integriti data yang didefinisikan oleh DBA (Database Administrator), menangani kegagalan dalam pengaksesan data yang disebabkan oleh kerusakan sistem maupun disk, dan menangani unjuk kerja semua fungsi secara efisien.
    Dilihat dari jenisnya, basis data dibagi menjadi dua yaitu:

    • Basis data flat-file

    Basis data flat-file baik digunakan untuk menyimpan daftar atau data yang sederhana dan dalam jumlah kecil. Basis data flat-file akan menjadi sangat rumit apabila digunakan untuk menyimpan data dengan struktur kompleks walaupun dimungkinkan pula untuk menyimpan data semacam itu. Salah satu masalah menggunakan basis data jenis ini adalah rentan pada korupsi data karena tidak adanya penguncian yang melekat ketika data digunakan atau dimodifikasi.


    • Basis data relasional


    Basis data relasional menggunakan sekumpulan tabel dua dimensi yang masing-masing tabel tersusun atas baris (tupel) dan kolom (atribut). Untuk membuat hubungan antara dua atau lebih tabel, digunakan key (atribut kunci) yaitu primary key di salah satu tabel dan foreign key di tabel yang lain. 

        Komponen-komponen utama penyusun sistem basis data adalah :

    ·        Perangkat keras
    Berupa komputer dan bagian-bagian didalamnya, seperti prosesor, memori & harddisk. Komponen inilah yang melakukan pemrosesan dan juga untuk menyimpan basis data.

    ·        Sistem operasi
    Seperangkat program yang mengelola sumber daya perangkat-perangkat keras dan menyediakan layanan umum untuk aplikasi perangkat lunak.

    ·        Basis data
     `                         Sebuah DBMS dapat memiliki beberapa basisdata, setiap basisdata dapat berisi sejumlah obyek basisdata (file,tabel,indeks dsb). Disamping berisi data,setiap basisdata juga menyimpan definisi struktur (baik untuk basisdata maupun obyek-obyeknya secara detail).


    ·        Perangkat Lunak Sistem Pengelola Basis Data (DBMS)
    Perangkat lunak ini terdiri dari sistem operasi dan perangkat lunak/program pengelola basisdata. Perangkat lunak inilah yang akan menentukan bagaimana data diorganisasi,disimpan, diubah dan diambil kembali. Ia juga menerapkan mekanisme pengamanan data, pemakaian data secara bersama, pemaksaan keakuratan/konsistensi data, dsb.

    ·        Pemakai (Programmer, User mahir, user umum, user khusus)
    1.       Pengguna akhir / end user.
    Dapat dibagi menjadi 2 :
    ·        Pengguna aplikasi : adalah orang  yang mengoperasikan program aplikasi yang dibuat oleh pemrogram aplikasi.
    ·        Pengguna interaktif : adalah orang yg dpt memberikan perintah-perintah pada antar muka basisdata, misalnya SELECT, INSERT dsb.

    2.     Pemrogram aplikasi
         adalah orang yang membuat program aplikasi yang menggunakan basisdata.

    3.     Administrator database / DBS (database administrator)
    adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan basisdata.

    ref :

    1. http://www.termasmedia.com/65-pengertian/69-pengertian-database.html
    2. http://dimasnovrana05.blogspot.com/2012/10/komponen-sistem-basis-data.html








    Selasa, 30 September 2014

    Akuntansi Keuangan & Standar Akuntansi Keuangan

    • Pengertian Akuntansi
    Menurut ALCPA (Ameerican institute of certified public accountant) Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, pengiktisaran dari cara tertentu dalam ukuran moneter, transaksi dan kejadian-kejadian yang umumnya bersifat keuangan dan termasuk menafsirkan hasilnya
    Menurut Horngern (2000), akuntansi di definisikan sebagai proses pencatatan pengukuran dan penyampaian informasi ekonomi agar dapat dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan / kebijaksanaan.


    Menurut Kep. Men. keu, Akuntansi adalah suatu proses pengumpulan, pencatatan, penganalisaan, peringkasan, pengklasifikasian dan pelaporan transaksi keuangan dari suatu kesatuan ekonomi untuk menyediakan informasi keuangan bagi para pemakai laporan yang berguna untuk pengambilan keputusan


    Ruang Lingkup Akuntansi

    1. Akuntansi Keuangan : Berhubungan dengan masalah pencatatan transaksi
    2. Akuntansi Biaya : Menekankan pada penentuan dan pengendalian biaya
    3. Akuntansi Manajemen : Menggunakan biaya history taksiran
    4. Akuntansi Perpajakan : Menekankan pada penyusunan laporan keuangan
    5. Sistem Akuntansi : Menyangkut masalah perangcangan prosedur, metode, dan teknik
    6. Akuntansi Penerintahan : Menekankan pada pencatatan dan peralatan transaksi


    Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap informasi akuntansi perusahaan



    Jumat, 06 Juni 2014

    Ketahanan Nasional



    Pengertian Ketahanan Nasional bangsa Indonesia

    Pengertian Ketahanan Nasional bangsa Indonesia adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam untuk menjamin identitas , integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya.
    Asas-Asas Ketahanan Nasional Indonesia
      1. Asas Kesejahteraan Dan Keamanan.

        Kesejahteraan dan keamanan merupakan kebutuhan yang mendasarkan dan esensial bagi manusia, sehingga ini merupan asas dalam system Ketahanan Nasional Indonesia sebab tanpa kesejahteraan dan keamanan kehidupan nasional tidak dapat berlangsung (merupakan nilai intrinsik).
    Realisasinya, baik kesejahteraan maupun keamanan harus selalu ada. berdampingan dalam kondisi apapun.
    Dalan kehidupan nasional tingkat kesejahteraan dan keamanan nasional yang dicapai merupakan tolak ukur Ketahanan Nasional.
     

      2. Asas Komprehensif Atau Menyeluruh Terpadu.

    Perwujudannya dalam persatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi dan selaras dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan demikian Ketahanan Nasional mencakup ketahanan segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh menyeluruh terpadu (Konprehensif Integral).

      3.   Asas Mawas Ke Dalam Dan Ke Luar.
    •  Ke Dalam Mawas.  Tujuan : Menumbuhkan hakikat, sifat dan kondisi kehidupan nasional itu sendiri, berdasarkan nilai-nilai kemandirian yang proporsional untuk meningkatkan derajad kemandirian bangsa yang ulet dan tangguh (Bukan berati Ketahanan Nasional mengandung sikap isolasi atau nasionalisme yang sempit).
    • Mawas Ke Luar. Tujuan : Dapat mengantipasi dan ikut berperan serta menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan strategis luar negeri serta menerima kenyataan adanya saling interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional.Untuk dapan menjamin kepentingan nasional harus mampu mengembangkan kekuatan nasional agar dapat memberikan dampak keluar dalam bentuk : Daya Tangkal dan Daya Tawar.Namun interaksi dengan pihaklain dalam bentuk kerjasama yang saling menguntungkan tetap diutamakan.
    Sifat Ketahanan Nasional Indonesia
    1. Mandiri, Percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri dengan keuletan dan ketangguhan yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah serta bertumpu pada identitas, integrasi dan kepribadian bangsa.
    2. Dinamis, Ketahanan Nasional tidaklah tetap melainkan dapat meningkatkan maupun menurun tergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan negara serta konsi lingkungan strategisnya.
    3. Wibawa, Keberhasilan pembinaan Ketahanan Nasional Indonesia secara berlanjut dan berkesinambungan akan meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa yang dapat menjadi faktor yang diperhatikan pihak lain.
      Makin tinggi tingkat Ketahanan Nasional Indonesia makin tinggi pula nilai kewibawaan nasional yang berarti makin tinggi tingkat daya tangkal yang dimiliki bangsa dan negar Indonesia.
    4. Konsultasi Dan Kerjasama, Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonistis, tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata, tetapi lebih pada sikap konsultatif dan kerjasama serta saling menghargai dengan mengandalkan pada kekuatan norma dan kepribadian bangsa. Konsepsi ketahanan Nasional menyangkut hubungan antar aspek yang mendukung kehidupan, yaitu :
    • Aspek yang berkaitan dengan alam bersifat statis, yang meliputi aspek Geografi, aspek Kependudukan, aspek Sumber Kekayaan Alam.

    • Aspek yang berkaitan dengan sosial bersifat dinamis, yang meliputi aspek Ideologi, aspek Politik, aspek Sosial Budaya, dan Aspek Pertahanan dan Keamanan.


    Pengaruh Aspek Ketahanan Nasional Pada Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Berdasarkan rumusan pemgertian Tannas dan kondisi kehidupan nasional Indonesia,Tannas sesungguhnya merupakan gambaran dari kondisi sistem (tata) kehidupan nasionaldalam berbagai aspek pada saat tertentu.Konsep Ketahanan Nasional akan menyangkut hubungan antaraspek yang mendukungkehidupan
    Adapun pengaruh yang diperoleh dari ketahanan nasional itu sendiri yaitu sebagai berikut :

    Pengaruh Aspek Ideologi
    Ideologi adalah suatu sistem nilai yang merupakan kebulatan ajaran yang memberikan motivasi. Dalam ideologi juga terkandung konsep dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan oleh suatu bangsa.
    a. Liberalisme
    b. Komunisme
    c. FahamAgama
    Ideologi Pancasila
    Pancasila merupakan tatanan nilai yang digali/ dikristalisasikan dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia yang sudah sejak ratusan tahun lalu tumbuh berkembang dalam masyarakat di Indonesia. Kelima sila Pancasila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua nilai yang terkandung di dalamnya.

    Ketahanan Pada Aspek Ideologi
    Ketahanan ideologi diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan ideologi bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan dari Iuar negeri maupun dari dalam negeri, yang langsung maupun tidak langsung dalam rangka menjamin kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara Republik Indonesia.

    Ketahanan Pada Aspek Politik
    Ketahanan pada aspek politik diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan politik bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi tantangan, gangguan, ancaman dan hambatan yang datang dari luar maupun dari dalam negeri yang Iangsung maupun tidak Iangsung untuk menjamin kelangsungan hidup politik bangsa dan negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Pembukaan UUD 1945.

    Ketahanan Pada Aspek Ekonomi
    Ketahanan ekonomi diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan perekonomian bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang datang dari Iuar maupun dari dalam negeri baik yang langsung maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan hidup pereokonomian bangsa dan negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

    Ketahanan Pada Aspek Sosial Budaya
    Ketahanan di bidang sosial budaya diartikan sebagai kondisi dinamik yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional di dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan baik yang datang dari dalam maupun dari luar yang Iangsung maupun tidak Iangsung membahayakan kelangsungan kehidupan sosial budaya bangsa dan negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

    Keberhasilan yang Diperoleh dari Ketahanan Nasional
     
    1.  Memiliki semangat perjuangan bangsa dalam bentuk perjuangan non fisik yang berupa keuletan dan ketangguhan yang tidak mengenal menyerah yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam rangka menghadapi segala ancaman, gangguan, tantangan dan hambatan baik yang datang dari luar maupun dari dalam, untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasional.
    2.  Sadar dan peduli terhadap pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan, sehingga setiap warga negara Indonesia baik secara individu maupun kelompok dapat mengeliminir pengaruh tersebut, karena bangsa Indonesia cinta damai akan tetapi Iebih cinta kemerdekaan. Hal itu tercermin akan adanya kesadaran bela negara dan cinta tanah air.
    Kesimpulan ; Ketahanan Nasional adalah kondisi dinamika, yaitu suatu bangsa yang berisii keuletan dan ketanguhan yang mampu mengembangkan ketahanan, Kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, hambatan dan ancaman baik yang datang dari dalam maupun dari luar negeri. Juga secara langsung ataupun tidak secara langsung yang dapat membahayakan integritas, identitas, serta kelangsungan hidup bangsa dan negara.
    Kondisi kehidupan nasional merupakan pencerminan ketahanan nasional yang didasari oleh landasan idiil pancasila. Ketahanan Nasional adalah kondisi nasional harus diwujudkan dan harus dibina secara terus menerus dan sinergi mulai dari pribadi hingga nasional. Konsepsi ketahanan nasional Indonesia adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelengaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang.
    Sifat ketahanan nasional Indonesia diantaranya : Mandiri, Dinamis, Wibawa, dan Konsultasi dan Kerjasama.
    Pengaruh aspek ketahanan nasional terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, terdiri atas : Pengarus aspei idiologi, Pengaruh aspek politik, Pengaruh aspek ekonomi, Pengaruh aspek sosial budaya, dan pengaruh aspek ketahanan dan keamanan.
    emil.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/18778/minggu%2B8.doc